Tags

, , , , ,

bts-v-looking-side

Anak Kampus
Caramel Kim’s Storyline

Main Cast For This Chapter : Kim Taehyung | Other Cast : Another BTS’s members | Genre : Life, School’s Life, Friendship | Type : Series | Rate : All Ages

Bagaimana kehidupan Bangtan jika menjadi sekelompok mahasiswa biasa?

Chapter1

Aku ingin kehidupanku lamaku kembali

-Kim Taehyung-

Taehyung menatap lurus menembus jendela yang ada disisi ruangan. Pandangannya kosong, jari telunjuk dan jempolnya terlihat sedang mengapit sebuah pena biru yang nampak mengilap digenggaman, tapi dia tak melakukan apapun dengan pena itu, tak ada. Hanya matanya yang menatap dengan pandangan sayu, seolah angan-angannya terbang menembus jendela dan menjelajah keluar perpustakaan, menuju langit biru yang terlampau cerah siang itu.

“Berhenti melamun.”

Taehyung menoleh ke arah rekannya yang duduk disampingnya. Pria yang tadi menegurnya kini nampak agak gusar, dia menatap Taehyung sambil berdecak. Taehyung menghela nafas panjang..

Lamunannya lantas bubar jalan.

“Tulis data-data yang kita kumpulkan tadi, jangan diam saja.” Namjoon mengeluh lalu kembali menunduk, berkutat pada kertas-kertas yang sedari tadi menyita perhatiannya. Tentu saja, siapa yang tahan menghitung setiap hasil praktikum sampai 3 jam tanpa berhenti? Hal ini tentu akan membuat siapapun mengeluh, tak terkecuali mahasiswa secerdas Namjoon. Dia cerdas, tapi tukang mengeluh.

“Aku bosan mengerjakan ini, sudah berapa jam aku menunduk terus.” Taehyung menghela nafas mendengar keluhan teman satu kelompoknya itu, dan hal itu membuat rekannya yang lain, Yoongi, ikut berbicara.

“Aku juga sama, aku ngantuk melihat angka terus.” Ucap pria yang duduk diseberang Taehyung. Pria berkulit putih pucat itu memang terlihat agak kusut dibandingkan Taehyung atau Namjoon, dengan headset yang menggantung ditelinga kirinya dan kertas yang awut-awutan dimejanya kini lengkap sudah penderitaan Yoongi. Gaya belajarnya memang agak sedikit serampangan dibanding Taehyung dan rekannya yang lain, dan hal itu terlihat jelas dari keadaan meja dan pekerjaan milik Yoongi saat ini. Tipe mahasiswa pemalas, tapi dia cerdas.

“Aku juga lelah.” Ujar Taehyung masam sambil mengacak rambut coklatnya yang bersinar terkena cahaya, dengan agak lamban Taehyung lantas membetulkan posisi duduknya, lalu mulai melanjutkan pekerjaannya yang tak kunjung selesai.  Memang, semester ini adalah semester yang paling ditakuti oleh hampir seluruh mahasiswa dikampusnya. Jadwal yang nyaris tak memiliki hari libur, tugas yang mencekik, dan kegiatan praktikum yang terlalu menyita waktu. Hal-hal seperti ini memang melelahkan, apalagi bagi mahasiswa biasa saja seperti Taehyung.

Ya, Taehyung hanya unggul dibeberapa bidang, tipe mahasiswa yang suka dengan diskusi, membahas masalah terkini, dan lebih membuka pikiran pada hal-hal nyata. Dia bukan tipe seperti Namjoon, yang siap berkutat dengan ratusan angka, dan suka dengan hal-hal yang memerlukan ketelitian dan keakuratan. Bagi Taehyung, angka hanya acuan, bukan pemecah masalah.

“Kenapa mereka memasang pendingin ruangan segala? Membuat aku ingin tidur.” Yoongi berkata sambil meniupkan angin tak kasatmata dari bibirnya. Pria itu menoleh kanan-kiri dengan mata nyaris tertutup, dia lalu mengepalkan tangannya dan menopang dagu. Taehyung tak berhenti menatap keseberangnya, melihat setiap detil apa yang ada didalam diri Yoongi si manusia santai. Setiap gerakan yang Yoongi buat terlihat dua kali lebih lamban dari orang normal, dia mirip hewan yang gerakannya lamban itu, argh! Taehyung lupa apa namanya.

“Kau memang selalu tidur. Dikelas pun begitu.” Ujar Namjoon tanpa mendongak. Taehyung terkekeh kecil lalu mengalihkan pandangannya kearah layar kalkulator miliknya, mulai menghitung lagi.

“Hyung kau harus minum kopi.” Komentar Taehyung dan mulai menekan tombol-tombol disana, dia masih bisa mendengar helaan nafas Yoongi yang terdengar agak kesal.

“Aku minum kopi dua gelas sehari. Tetap saja setiap mata kuliah matriks aku selalu tidur. Kurasa ini faktor dosen dan materinya, kau tau? Rasa kantukku semakin tidak bisa ditolerir bahkan sebelum 15 menit dia berdiri didepan kelas!” Yoongi semakin menjadi, dia kini sibuk merogoh saku mantelnya, mencari mp3 playernya. Dengan santai pria itu lalu mulai mengganti lagu yang diputarnya dengan musik Hip-hop, dia memejamkan mata dan mulai mengikuti ritmenya.

“Kerjakan lagi! Tidak akan selesai jika kau biarkan terus.” Namjoon protes ketika melihat kelakuan rekannya itu. Yoongi membuka sebelah matanya begitu mendengar tembakan kalimat berisi keluhan dari temannya itu, dia menghembuskan nafas tenang.

“Tidak tidur semalaman karena membuat tugas pendahuluan, rasanya wajar jika aku ingin memejamkan mata sejenak. Apalagi praktikum tadi bosannya keterlaluan. Santai saja, setengahnya sudah beres.”

“Kau ini benar-benar…”

Taehyung mengulum senyum mendengar balas-balasan diantara kedua temannya itu. Setidaknya, ada yang membuat Taehyung tersenyum ditengah suasana menjemukan ini. Sejujurnya dia lelah, tapi mengeluh pun rasanya tak berguna. Kecuali, gaya mengeluhmu seperti Namjoon, dia mengeluh sambil meneruskan pekerjaannya. Semakin hari dia semakin mirip robot atau mesin pabrik. Bekerja tanpa henti.

“Hyung kau tidak lelah? Kau menunduk terus dan memandang ke kertas laporan itu dari tadi, istirahatlah.” Ujar Taehyung sambil menuliskan hasil hitungannya. Bagaimana kalau perhitungannya salah? Masa bodoh, sudah bagus dia mau kerjakan.

“Tidak bisa, setidaknya biarkan aku selesaikan sampai bab 5.”

“Jangan paksa dia Taehyung, dia keras kepala.”

Yoongi berkata tanpa membuka matanya. Kini dia mirip kukang pengantuk. Persis sekali.

“Rasanya aku ingin kembali ke SMA.” Taehyung bergumam terlebih pada dirinya sendiri, tapi tak disangka dua temannya juga bergumam setuju.

“Dulu, saat aku SMA, aku merasa selalu lelah, menulis pun malas, aku selalu merasa SMA adalah hal yang mengerikan. Tapi, nyatanya, sekaranglah yang mengerikan.” Yoongi mulai ngomel, nampaknya topik pembicaraan ini cukup menarik dibandingkan waktu tidur siang miliknya. Kini, kedua mata Yoongi mulai terbuka, dia mendengus.

“Tidak ada yang namanya laporan dengan berat kertas dan jenis tulisan yang ditentukan, tidak ada yang namanya mencuri waktu tidur saat makan siang. Kenapa aku merasa sekarang begitu melelahkan.”

Taehyung lantas menunduk begitu dia menyelesaikan kalimatnya. Benar sekali, dia belum pernah selelah ini, matanya juga memiliki lingkaran hitam dibawahnya sekarang. Dia kurang tidur, satu hari dia hanya tidur 3 jam saja. Kadang, Taehyung berpikir apakah menjadi mahasiswa memang sesulit ini?

“Apa semua mahasiswa diseluruh dunia juga menjalani kehidupan sesulit kita hyung?”

Namjoon, yang sedari tadi menunduk dan berkutat pada pekerjaannya, kini menoleh. Dia merengut, memasang wajah bingung khasnya. Taehyung kini menatap balik.

“Aku tak tahu, tapi mungkin saja memang kehidupan mahasiswa ya begini.” Namjoon mengedikkan bahu, tapi dia tak yakin dengan jawabannya sendiri. Taehyung lantas bergumam, lalu kembali menulis beberapa rumus diatas kertas, merasa jawaban Namjoon sangat tidak meyakinkan.

“Ah, tidak juga! Teman SMA ku saat kuliah dia santai sekali, dia hanya kuliah selama 3 hari dalam seminggu, kerjanya Cuma jalan-jalan.” Tukas Yoongi, sambil memperhatikan tumpukan kertas dihadapannya, dia kembali bekerja.

“Dulu saat mau lulus SMA aku merasa ingin cepat kuliah, aku lelah dengan berbagai pelajaran tambahan dan ujian. Tapi, ujian sekarang lebih dari sekedar melelahkan.”

Taehyung mengedarkan pandangannya kesekeliling. Perpustakaan disini memang jauh berbeda dengan milik sekolahnya dulu. Disini selalu ramai, ada yang membaca buku, mengerjakan tugas seperti mereka, bahkan ada yang tidur diruang multimedia. Taehyung juga suka tidur disana, apalagi disana dia bisa menonton TV dengan saluran TV internasional.

“Aku ingin kehidupan ku yang lama kembali.”

Yoongi mengangguk, begitu juga dengan Namjoon. Memang, sekarang ini kehidupan mereka tergolong sulit, tugas sana-sini, dosen galak yang selalu memberi quiz, dan peraturan praktikum yang lebih ketat dibanding pemeriksaan didalam sel tahanan. Taehyung terkadang berpikir, kenapa asisten lab mereka begitu kejam?

Argh! Dia terlalu banyak berpikir.

“Dulu aku sering bolos sekolah karena kesiangan, tapi sekarang mana bisa aku melakukan itu.” Yoongi memutar pena diatas meja, sambil terkekeh.

“Sekarang kau memang tidak bolos, tapi tidur saat kuliah berlangsung.”

Benar kata Namjoon. Yoongi adalah mahasiswa yang popular karena kebiasaan tidur saat kelas berlangsung. Hampir semua dosen kenal dengan Yoongi, dia menjadi topik pembicaraan yang cukup seru diruang dosen. Taehyung sendiri pernah mendengar para dosen membicarakan Yoongi, saat itu Taehyung mau menyerahkan tugas dan secara tak sengaja menguping.

“Mahasiswa yang bernama Min Yoongi itu sebenarnya pintar, tapi dia sangat tidak kooperatif saat aku sedang mengajar.”

“Matanya selalu terlihat mengantuk.”

“Dia kurang disiplin.”

“Tapi gaya bicaranya sangat dewasa, terkadang gaya bercandanya pun sangat lucu. Dia juga popular diantara para mahasiswi.”

Taehyung lantas mengatakan apa yang terjadi diruang dosen pada Yoongi. Tapi, pria itu malah mengibaskan tangannya dengan santai sambil berkata,

“mereka diam-diam memujaku, aku tau itu.”

Taehyung secara tak sadar malah terkikik karena sibuk dengan lamunannya tadi. Yoongi hyung memang narsis, pikirnya lagi. Dia tak pernah bertemu dengan orang sejenis Yoongi saat dia SMA, menurut Taehyung dia adalah pria yang unik, dia memang senang berbuat sesuka hatinya, tapi bagi Taehyung sikap seperti Yoongi terkadang memang diperlukan.

Kehidupan Taehyung memang sedikit berubah begitu menjadi seorang mahasiswa. Dulu, saat SMA, dia hanya tukang main. Porsi belajarnya sedikit, karena Taehyung beranggapan dia memang sudah pintar dan tidak butuh waktu ekstra untuk belajar. Masih segar dalam ingatan, dulu sekali, saat guru matematika Taehyung menceramahinya habis-habisan hingga membuat kupingnya merah padam. Pria separuh baya itu mengomel karena Taehyung tidak membuat PR, dan dia menceramahinya tentang dunia perkuliahan.

“Kalau kau berpikir kuliah itu bebas, kau salah. Kebiasaan burukmu yang seperti ini akan membuatmu kaget nantinya.”

Dan..

Gurunya itu 100% benar.

Taehyung layaknya seperti orang yang terkena culture shock. Memang, dosen tidak akan marah jika kau tidak membuat tugas, tapi tentu akan mempengaruhi hasil akhirmu nanti.

Suara kertas yang dibolak-balik lantas membuat kepala Taehyung semakin pening. Dia mendongak, menatap kearah jam dinding yang menempel ditembok bercat putih bersih dihadapannya. Jam setengah tiga, batinnya lalu menghela nafas. Dia lalu menatap pekerjaannya yang baru mencapai bab 4.

“Hyung, sudah berapa?”

“Apanya?”

Namjoon balik bertanya dengan suara seperti orang berkumur. Dia terlalu serius, bahkan nampak agak mengerikan sekarang.

“Bab-nya hyung.”

“Oh, 6.”

Tanpa diminta, Yoongi lalu menepuk tangannya dengan ekspresi salut. Sontak saja seisi ruangan menoleh, heran.

“Sst berisik!” Namjoon merengut. Dia jelas tidak senang dengan tepukan tangan selamat dari Yoongi.
“Jangan marah, aku hanya kagum. WOW.” Yah, begitulah Yoongi. dia memang terlalu cuek dan suka berbuat sesuka hati. Kini, seisi perpustakaan hanya menatapi meja mereka sejenak lalu kembali melanjutkan aktifitas mereka masing-masing, rupanya apa yang terjadi dimeja mereka tidak menarik lagi.

Taehyung tersenyum pada Yoongi, dan pria itu membalas dengan menaikkan alisnya dengan memasang senyum.

Beberapa detik kemudian, Taehyung memicingkan matanya dan menatap kedepan. Kearah tangga dari lantai bawah yang kini terlihat seseorang yang familiar tengah berjalan menaiki tangga. Tunggu, itu Hoseok kan?

Iya, begitu sosok itu berjalan mendekati meja mereka Taehyung semakin yakin itu adalah Hoseok, teman sekelasnya yang juga teman satu praktikum. Pria itu berjalan terburu, dengan mengapit laporan yang belum dijilid dilengan atasnya. Dia melangkah kelewat terburu.

“Ada apa?” sembur Taehyung begitu Hoseok tiba dimeja mereka. Namjoon dan Yoongi pun langsung mengalihkan pandangan kepadanya.

“Tuan Kim meminta kita semua untuk mengumpulkan laporan ini jam setengah 4. Minimal sudah masuk bab 5. Untuk revisi.”

Kalut. Itulah yang terjadi pada Taehyung dan Yoongi sekarang. Sebenarnya, Taehyung bisa menyelesaikan miliknya hingga bab 5 dalam waktu satu jam. Tapi, Yoongi mulai membuka matanya lebar sekarang.

“Sialan mana sempat!” pekiknya lalu mulai mengambil pena dari mejanya dengan panik. Hoseok menarik nafas panjang, sementara Namjoon dengan tenang kembali berbicara pada Hoseok.

“Padahal dari tadi dia Cuma diam saja.”

Hoseok menggaruk belakang kepalanya seolah pemandangan didepannya adalah hal yang benar-benar biasa. Rasanya sangat lucu, melihat Yoongi dan Taehyung kini semakin panik dan sibuk menulisi kertas seperti orang kesetanan. Bahkan, kaki Yoongi tak berhenti menjejak-jejak lantai dengan panik.

“Taehyung-a, kau sudah beres belum?”

“Tunggu hyung tinggal satu paragraf lagi!”

Taehyung mulai menulis dengan agak lambat, dia lantas segera menyelesaikan pekerjaannya dan mulai menghembuskan nafasnya lega begitu miliknya sudah selesai dan masuk bab 5.

“Beres!” Pekiknya lalu mulai menyimpan penanya diatas meja. tapi Yoongi lain.

“Hey Namjoon! Aku mau lihat punyamu!”

Namjoon nyengir, lalu menyerahkan laporannya pada Yoongi.

“Tenang saja, kami menunggumu.”

Yah, begitulah mahasiswa…

.

.

.

—FIN

AHAHAHAHA hello! Maafkan kalau ff nya geje parah hehehe. Aku Cuma lagi pusing memasuki semester 3 dan tiba-tiba pengen curhat soal kuliah dan jadilah ff ini(?) maaf kalau bener-bener geje, tapi aku mau bikin ff ini series gitu aku harap kalian suka deh. Hmm.. tapi kalau jarang post maafin yak arena memang lagi sibuk-sibuknya banget doakan aku huhuhu. Oh iya walaupun ini geje tapi tolong review yaaaa

-Caramel Kim-

Advertisements