Tags

, ,

A story By Mrs. Heo

Cast-Kim Taehyung [BTS]|Heo Eun Soo [OC]

Genre-Romance(?)

Duration-Ficlet

Rating- General

bz2voskcqaa81ku-large

prev part

Yoongi menatap Taehyung sangsi. “Kau yakin orang itu Eun Soo? Eun Soo temanku itu?” Ia mengambil kimchi dari nampan Seokjin dan melahapnya tanpa mempedulikan ekspresi tidak terima Seokjin.

Taehyung mengangguk, sama sekali tidak tertarik dengan makanan yang saat ini ada di hadapannya.

“Eun Soo ya.” Yoongi memiringkan kepala, mencoba menimbang-nimbang apa yang yang barusan dikatakan Taehyung. Ia memang tidak dekat dengan Eun Soo. Mereka hanya sekedar mengenal nama, tapi dari yang selama ini ia amati, meski pemilih dalam berteman tapi gadis itu bukan tipikal arogan. Tapi meski begitu Eun Soo bukan tipikal yang mau bersusah-susah melakukan hal semacam itu apalagi terhadap orang yang tidak dikenalnya. “Aku rasa tidak mungkin.”

“Tapi saat itu hanya kami berdua yang berada di ruangan konseling.” Taehyung bersikeras, tetap pada pendapat awalnya.

“Apa kau yakin saat tidur tidak ada siswa lain yang masuk?” Seokjin yang daritadi hanya diam akhirnya membuka mulut. Sama seperti Yoongi, ia juga tidak percaya jika seorang siswa kelas khusus melakukan hal seperti itu, terhadap Taehyung pula.

“Aku sangat yakin bahwa saat guru Seo datang hanya kertas jawaban milik Eun Soo sunbae saja yang ada di meja.”

“Benarkah?” Yoongi masih meragukan cerita Taehyung. Eun Soo mengerjakan ujian Taehyung? Yang benar saja! Siapa Heo Eun Soo dan Kim Taehyung? Mereka bahkan tidak saling mengenal, atas dasar apa Eun Soo mengerjakan ujian Taehyung? Bahkan jika ia yang berada dalam posisi Taehyung, belum tentu Eun Soo mau mengerjakan ujiannya. Apalagi Taehyung. Jangan bercanda!

“Mungkin dia menyukaimu.” Hoseok terkekeh. Bahkan ia tidak terlalu ingat sosok Eun Soo yang menjadi pembicaraan serius kedua temannya ini.

Taehyung mendelik. Saat ini ia sedang serius, jarang sekali ia mau bicara serius begini tapi Hoseok malah menganggap remeh keluhannya. Bagaimana ia tidak terkejut saat terbangun di 20 menit terakhir, hanya ia yang tersisa di ruangan dan melihat kertas ujiannya sudah terisi. Seingatnya ia belum mengerjakan satu soal pun. Kalaupun ia lupa dan ternyata sudah mengerjakannya, tidak mungkin jawabannya beragam—tentu ia akan menjawab opsi b untuk ujian kali ini.

“Itu Eun Soo!” Seokjin mengangkat sumpitnya dan menunjuk ke antrian pengambilan makanan yang tidak jauh dari meja mereka saat ini. Ia melihat Eun Soo sedang mengantri makanan bersama beberapa temannya.

Taehyung, Yoongi dan Hoseok menoleh berbarengan. Hoseok sempat terkejut ternyata Taehyung benar-benar seruangan bersama siswa kelas khusus, tadinya dia pikir Taehyung hanya bercanda.

“Kau sudah melihat hasil ujian?” Sehun tiba-tiba muncul dan menghalangi pandangan Taehyung untuk melihat Eun Soo, tapi ia bisa masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. “Kau turun satu peringkat!” Sehun bersedekap. Momentum seperti ini adalah sesuatu yang dari dulu ia tunggu-tunggu.

Eun Soo mendesah. Hal ini sudah ia prediksi. Tidak mungkin ia bisa mempertahankan peringkat 10 jika hasil ujian bahasa inggrisnya begitu kacau.

“Sepertinya benar gosip yang baru-baru ini beredar.” Sehun masih terus berusaha memprovokasi Eun Soo agar tersulut emosi.

“Gosip apa?” Kali ini Hongbin yang sebelumnya hanya berdiam diri di depan Eun Soo mengikutsertakan diri di dalam pembicaraan tidak mengenakan Sehun. Ia bahkan tidak terkejut jika Sehun datang menghampiri Eun Soo hanya sekedar untuk memberitahu bahwa nilai rata-ratanya berkurang 0 sekian. Dari dulu Sehun memang selalu mencari masalah dengan Eun Soo.

Sehun menatap Hongbin lucu, seolah apa yang baru saja ia tanyakan adalah hal terbodoh yang pernah didengarnya. “Bukankah kau temannya? Bagaimana bisa kau tidak tahu kalau temanmu ini katanya sedang patah hati?”

Eun Soo mengerjap. Darimana gosip itu berasal? Patah hati? Yang benar saja? Ia patah hati karena siapa? Ia bahkan tidak memiliki kekasih. Kemudian Eun Soo teringat akan perasaan aneh yang beberapa waktu terakhir ini selalu membuatnya tidak tenang. Apakah itu patah hati?

“Ya! Jangan bicara sembarangan. Eun Soo bahkan tidak memiliki kekasih. Patah hati bagaimana?” Hongbin memukul pundak Sehun pelan. “Yang patah hati itu aku, bukan Eun Soo!” Hongbin menunjuk dirinya sendiri. Ia tidak mungkin tidak tahu jika Eun Soo sedang menjalin hubungan dengan seseorang.

“Kau tanya saja padanya!” Senyum miring Sehun membuat Hongbin semakin kesal. “Jangan lupa akan perjanjian yang kita buat waktu itu.” Dengan gerakan perlahan Sehun menepuk-nepuk pundak Eun Soo. Tepat setelah Sehun berlalu, Eun Soo bisa melihat dengan jelas orang-orang yang berada di meja seberang tengah menatap gerombolan mereka dengan penuh penasaran. Sial! Apa lagi kali ini Heo Eun Soo?

“Hey maju!” Sungyeon yang berdiri di belakang Eun Soo, mengisyaratkan Eun Soo untuk maju.

Eun Soo menghela napas. Bukankah semuanya berakhir sejak insiden ujian bahasa inggris hari itu, kenapa masih berlanjut sampai sekarang?

“Hey, benarkah kau sedang patah hati?” Dengan langkah tergesa Hongbin berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Eun Soo setelah selesai mengantri makan siang.

“Eun Soo!”

Hongbin menoleh, namun Eun Soo tetap saja berjalan, mengabaikan siapa pun yang berusaha mengalihkan perhatiannya. Hongbin tidak terlalu ingat siapa laki-laki yang baru saja memanggil Eun Soo, tapi ia tahu bahwa dia adalah teman Eun Soo yang beberapa hari lalu mereka temui ketika ia sedang patah hati karena Gyuri. “Temanmu memanggil!” Hongbin menarik lengan blazer Eun Soo sehingga gadis itu berbalik.

Yoongi mengisyaratkan Eun Soo untuk mendekat ke mejanya. Ia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh orang-orang itu sehingga tadi memandang dirinya dan Sehun dengan tatapan penasaran, dan kali ini ada apa pula Yoongi memanggilnya. Aneh sekali.

Eun Soo melangkah pelan. Tidak enak hati jika mengabaikan Yoongi. Tapi ia harus memperhatikan tiap geraknya karena di sana bukan hanya ada Yoongi tapi juga ada Taehyung. Err—mendadak apa yang dikatakan Sehun barusan terngiang kembali di benak Eun Soo. Patah hati? Ck, yang benar saja!

Hongbin lagi-lagi membuntuti Eun Soo. Ia takut apa yang dikatakan Sehun adalah benar, sehingga ia perlu bersama gadis itu terus untuk menggali informasi.

“Waktu ujian bahasa inggris waktu itu kau seruangan bersama Taehyung?” Tanpa basa-basi, ketika Eun Soo sudah berdiri di sampingnya, Yoongi langsung bertanya to the point.

“Ujian bahasa inggris?” Malah Hongbin yang menimpali.

Eun Soo terdiam. Jangan-jangan Taehyung mengadu perihal ujiannya yang terjawab. “Siapa?” Berpura-pura tidak mengenal Taehyung adalah yang terbaik.

“Kim Taehyung.” Yoongi menunjuk Taehyung yang duduk di sebelahnya.

Bepura-pura mengindentifikasi laki-laki yang duduk di samping Yoongi, setelah itu ia mengangguk.

“Seruangan dengannya?” tanya Hongbin heboh. “Bagaimana bisa? Dengan kelas reguler? Kau mengulang ujianmu?” Hongbin meletakkan nampan makanannya di atas meja dengan terburu-buru, bahkan kuah sayurnya sedikit terciprat ke lengan seragam Seokjin. “Jadi yang dikatakan Sehun adalah benar?” Ia memutar pundak Eun Soo, memaksa gadis itu menatapnya.

Seokjin mendengus. Lagi-lagi dirinya yang tertimpa sial.

“Gosip apa?” Eun Soo mulai jengah. Ia tidak tahu akan banyak orang yang terlibat.

“Gosip yang mengatakan kalau kau sedang patah hati sehingga nilai-nilaimu turun drastis!”

“Ya! Lee Hongbin!” Eun Soo menatap Hongbin sinis. Seharusnya laki-laki ini tahu tempat. Bukan di sini tempat bagi mereka untuk membahas hal ini. Eun Soo mendadak pusing. Ia tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Semua teman-teman Taehyung tengah menatapnya penasaran, menunggu-nunggu jawaban Eun Soo.

“Bagaimana bisa kau tidak menceritakan kepadaku bahwa kau sudah punya kekasih? Bisa-bisanya kau!—Lupakan, sekarang katakan padaku siapa laki-laki brengsek yang membuatmu patah hati!” Lagi-lagi Hongbin belum bisa membaca situasi. Dasar tidak peka! Dengus Eun Soo.

You’re drunk!” Eun Soo berbalik dan meninggalkan Hongbin. Sebelumnya ia sempat melihat Taehyung yang menatapnya serius, mungkin kecewa karena tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya.

“Hey!” Hongbin mengejar Eun Soo. Namun gadis itu terlanjur kesal. Ia bahkan sudah meletakkan nampan makanannya di hadapan Sungyeon yang sudah terlebih dahulu menyantap makan siangnya dan berlalu ke luar kantin. “Kau tidak boleh meninggalkan makan siangmu. Kau kan punya maag!”

“Ya! Sungyeon, apa kau juga tidak tahu kalau Eun Soo sedang patah hati?” Tidak bisa mengejar Eun Soo, membuat Sungyeon menjadi pelampiasannya.

“Patah hati?” tanya Sungyeon bingung. “Apa yang kau lakukan pada Eun Soo sampai dia meninggalkan makan siangnya, hah?” Gantian Sungyeon yang kesal. Bukannya ia tidak peka terhadap perubahan sikap Eun Soo, namun bukan seperti ini cara menyelesaikannya. “Pantas saja Gyuri selingkuh, kau sama sekali tidak peka.” Sungyeon buru-buru menyelesaikan makan siangnya dan menyusul Eun Soo. Ia melihat perdebatan Hongbin dan Eun Soo di hadapan para siswa regular itu. Tidak bisakah laki-laki itu berpikir sebelum bertindak memalukan seperti itu?

Advertisements