Tags

, ,

A story By Mrs. Heo

Cast-Kim Taehyung [BTS]|Heo Eun Soo [OC]

Genre-Romance(?)

Duration-Ficlet

Rating- General

BlJs-3bCQAE7Pop.jpg large

prev part

Taehyung tidak menyangka bahwa kali ini ia tidak sendirian. Sudah ada seseorang yang duduk mendahului dirinya di dalam sana. Ia menutup pintu pelan, tidak mau mengganggu konsentrasi Eun Soo yang sedang berkutat dengan soal ujian. Sebenarnya ia ingin berbasa-basi dengan sekadar menyapa atau menanyakan sesuatu yang tidak perlu semacam, sunbae kau juga mengulang ujian?

Setelah selesai menjawab soal nomor 20, Eun Soo mengangkat kepala—ingin mengetahui siapa yang datang.

“Sunbae, kau mengulang ujian?” Akhirnya kata-kata itu keluar dari bibir Taehyung saat Eun Soo menoleh ke arahnya.

Oh, mati saja kau Eun Soo! Sudah cukup memalukan harus mengulang ujian bahasa inggris karena insiden jawaban essay. Apa gunanya seragam ini? Tidak pernah sekalipun siswa berseragam sepertinya mengulang ujian, apalagi kesalahan yang dilakukan tidak masuk ke dalam kategori tidak paham materi. Semua ini ulah perasaan aneh setiap memikirkan Kim Taehyung.

Eun Soo mengangguk singkat dan kembali menyibukkan diri dengan soal ujian. Jatuh sudah harga dirinya, bahkan sudah berceceran di lantai. Ia mengulang ujian dengan seragam siswa kelas khusus bersama seseorang yang mendengarkannya secara gamblang agar tidak bergaul dengan orang-orang bodoh.

Taehyung tersenyum canggung. Ia berjalan pelan—takut mengganggu konsentrasi seniornya tersebut, menuju meja di belakang Eun Soo. Ia cukup tahu diri untuk tidak duduk satu meja dengan siswa senior pintar di sekolah. Mungkin ketika ujian ia sakit atau berhalangan untuk datang sehingga harus mengulang ujian. Siswa kelas khusus tidak mungkin melakukan kesalahan dengan menjatuhkan nilainya pada ujian. Mereka akan selalu berjuang mati-matian untuk memperoleh nilai sempurna.

Baru membuka lembaran pertama saja Taehyung sudah malas. Seperti biasa. Dimenit pertama ia akan mengisi identitas diri pada lembar jawaban. 30 menit ke depan mengistirahatkan diri dan 15 menit terakhir cukup melakukan sentuhan terakhir dengan melingkari seluruh pilihan b—karena pada ujian sebelumnya ia sudah menjawab pilihan a. Mungkin hanya akan memperbaiki nilainya sekitar nol sekian tapi memang hanya sebatas itu kemampuannya. Mau bagaimana lagi?

Selesai mengisi identitas, ia melirik Eun Soo diam-diam. Tidak ada suara yang tercipta di dalam ruangan selain suara gesekan pensil Eun Soo. Taehyung melengos. Ia tidak pernah memiliki teman dengan minat belajar berlebih sehingga tidak tahu bagaimana memperlakukan seseorang yang meletakkan nilai tinggi di atas segalanya.

Eun Soo mencoba berkonsentrasi. Kehadiran Taehyung membuatnya semakin gugup. Ia tidak boleh melakukan kesalahan yang lebih fatal dari ujian sebelumnya. Jika tidak berkonsentrasi penuh mungkin ia sudah menggambar wajah Taehyung di lembar jawabannya. Ia menghela napas lega setelah memeriksa jawabannya beberapa kali, memastikan bahwa ia tidak jatuh pada lubang yang sama. Ia beranjak, meninggalkan lembar ujian di meja. Ia baru saja akan membuka pintu saat tergoda untuk melihat kondisi Taehyung.

Ia menoleh ke belakang. Pantas saja tidak ada suara. Taehyung sedang tidur. Memangnya apalagi yang akan dilakukan oleh orang seperti Taehyung di ruangan konseling full ac yang nyaman seperti ini. Setiap siswa yang mengulang atau ujian susulan selalu mengerjakannya di ruangan konseling, sama seperti mereka saat ini.

Eun Soo menghela napas—di dalam hati ia merutuki dirinya sendiri karena mudah sekali merasa iba. Ia melirik lembar jawaban Taehyung yang masih kosong. Dengan gerakan yang amat pelan, ia menarik kursi di sebelah Taehyung dan mulai membaca-baca soal ujian adik kelasnya tersebut.

“Ck, soal seperti ini pun tidak bisa dijawab.” Dengus Eun Soo. Ia mengambil pensil Taehyung dan mulai melingkari lembar jawaban. Beberapa kali ia melirik ke arah Taehyung, memastikan bahwa laki-laki itu tidak terbangun karena ia tidak mau lebih mempermalukan dirinya lagi dengan tertangkap basah sedang mengerjakan ujiannya.

Setelah selesai, Eun Soo buru-buru beranjak dari duduknya dan merapikan kertas ujian Taehyung. Eun Soo tidak tahu memperhatikan Taehyung dari jarak sedekat ini membuat laki-laki itu tampak lebih menarik. Tanpa sadar tangannya terulur untuk menyentuh rambut berantakan Taehyung.

10 centimeter lagi tangannya akan menyentuh rambut cokelat Taehyung.

5 centimemeter lagi untuk pertama kalinya Eun Soo akan merasakan bagaimana menyentuh Taehyung.

2 centimeter lagi.

Untungnya,

Eun Soo segera tersadar. Ia memukul tangan kanannya yang masih mengambang di udara dan buru-buru meninggalkan ruang konseling.

“Kau benar-benar akan mati Heo Eun Soo.”

Advertisements