caramel

Author : Caramel Kim | Casts : – Kim Seokjin- Jeon Sunmi | Length : One Shoot | Genre : Romance


Author’s Note

Hello buat visitors and readers of Bangtan Fanfiction! Pertama-tama aku mau ngucapin selamat datang(?) buat kalian semua, blog ini memang dikhususkan buat para pencinta fanfiction terutama buat para ARMY yang hobi baca fanfict. Jadi, selamat menikmati jalan-jalan kalian disini(?) dan jangan lupa ya tinggalin komentarnya di setiap ff yang di post ya oke, Cuma mau bilang aja nih, kalau aku udah 3 tahun gak nulis ff loh jadi bikin yang one shoot dulu deh ya buat warming up. Yaudah deh selamat membacaaaaaa^^

Sunmi’s POV

Pagi yang indah….

Cuaca memang sedang bagus pagi ini, matahari bersinar hangat, langitnya pun biru nyaris tanpa awan, memang agak sedikit panas, namun benar-benar sayang untuk dilewatkan. Nampaknya banyak orang yang berpikiran sama denganku, hari yang indah seperti ini memang jangan sampai terlewatkan. Aku tersenyum dan melihat sekeliling, ada banyak orang di taman ini, ada banyak keluarga yang sedang piknik, anak-anak kecil yang sedang bermain bola, dan ada juga yang hanya sekedar duduk-duduk sambil membaca buku. Memang sangat menyenangkan menghabiskan hari Minggu yang indah ini dengan seseorang yang kau cintai.

Tapi ….

Seketika aku menghela nafas, lalu menatap muram ke arah satu cup macchiato yang aku genggam sedari tadi, yang kini sudah dingin.

Aku merindukan Seokjin .…

Iya, aku tidak bisa bohong pada perasaanku sendiri, aku merindukan pria itu, pria menyebalkan dan bodoh yang sekarang sedang sibuk dengan grup Bangtan-nya itu. Aku sama sekali tidak menyalahkan dia ataupun kesibukannya, hanya saja, kenapa perasaan ini benar-benar menyiksaku?

Aku harus mengerti, Seokjin sedang sibuk dengan acara fansign-nya, aku tidak boleh mengganggunya….
Batinku berusaha menguatkan diri, baru juga 3 minggu tidak bertemu, mana boleh aku rewel dan membuatnya merasa bersalah? Seokjin akan segera menemuiku, dia tidak akan begitu saja melupakanku. Seokjin bukan tipe pria yang dengan mudah melupakan seseorang, dia pria yang baik, aku harus yakin akan hal itu.

Terakhir Seokjin menghubungiku sekitar 4 hari kemarin, dia bilang akan segera pulang begitu acara fansign di Beijing selesai, tentu aku senang, tapi setelah itu dia tidak menghubungiku lagi, mungkin dia sibuk.

Tentu saja ….

Dia pasti sibuk ….

Aku menghela nafas panjang lalu mulai menyesapi macchiatoku yang masih tersisa setengah cup. Ah sial, sekarang sudah benar-benar dingin, aku merutuk dalam hati. Aku segera menghabiskan macchiatoku hingga benar-benar habis, lalu beranjak dari taman untuk pulang.

Dengan langkah gontai aku melangkah menuju gerbang taman untuk pulang, aku pun membuang cup macchiato-ku ke tempat sampah di sisi gerbang sambil menatap cup kosong itu sekilas, kembali teringat Seokjin.

Aku janji, begitu aku pulang kita akan minum macchiato bersama, aku yang bayar, janji.

Aku mengerucutkan bibir begitu perkataan Seokjin muncul dalam benakku, ya, dia berbicara begitu di telepon, dengan nada bersalahnya yang membuatku luluh. Mau tak mau aku tersenyum geli mengingat nada memelasnya itu.

Kim Seokjin..
Benar-benar…

“Taksi!” panggilku cepat begitu kulihat taksi kosong hendak melintas di jalanan ke arahku pulang, begitu taksi itu berhenti aku pun segera naik.

———–

Akhirnya aku sampai di rumah, taksi pun segera berhenti di depan pagar rumahku dan aku segera turun dan membayar, begitu taksi itu pergi dengan agak malas aku pun berjalan menuju pagar dan membukakannya lalu berjalan menuju pekarangan rumah. Ya … aku yakin begitu masuk ke dalam aku hanya akan menonton, atau tidur, sungguh hari Minggu yang benar-benar membosankan.

Namun begitu aku menatap lurus ke depan … aku terkejut, ada figur seseorang yang sangat familiar kini sedang memunggungiku, perawakannya yang ideal, rambut coklat gelapnya yang benar-benar aku rindukan itu kini hanya berada beberapa meter saja di depanku.

“Seokjin?”

Panggilku agak pelan, aku yakin suaraku tak akan terdengar jelas, namun ternyata sosok pria itu mendengarnya dan kini berbalik ke arahku, dan aku tersenyum lebar begitu melihat wajah Seokjin yang tampan menatapku lembut, dia memanggil namaku dengan suaranya yang kurindukan.

“Sunmi-ah,” ucapnya lalu berjalan menghampiriku, aku agak tertegun begitu melihat Seokjin ternyata menggenggam 2 cup minuman di tangannya, dengan agak geli aku menahan tawa, dan bingung, tentu saja.

“Kenapa baru muncul?” tanyaku sambil memukul bahunya pelan, kulihat Seokjin menatapku dengan pandangan bersalah, dia menghela nafas.

“ Maaf … aku ingin sekali menghubungimu, tapi tak ada waktu memegang ponsel selama di Beijing, maaf,” ucapnya, aku tersenyum, berusaha memberi isyarat bahwa ‘aku tidak apa-apa’ padanya, dan Seokjin tersenyum, mengerti.

“Tak apa, aku tau kau sibuk, aku mengerti,” kataku, Seokjin tersenyum lagi, lalu mencium keningku tiba-tiba, aku tertegun dan menatapnya dengan agak kaget, aku yakin wajahku pasti sudah memerah. Aku mencubit pipi namja itu pelan, dia memejamkan matanya sambil terkekeh pelan.

“Aku merindukanmu, sangat. Aku takut kau marah padaku, maaf ya, manajer hyung menyita semua ponsel dan gadget selama di Beijing, gara-gara Jungkook dan Taehyung, mereka terlalu sibuk bermain dengan ponsel dan gadget mereka hingga lupa waktu.” Seokjin menghela nafas panjang lalu mengedikkan bahunya pelan.

“Kau kan hyung mereka, kau seharusnya bisa memperingati mereka soal itu,” ucapku, Seokjin mengerucutkan bibirnya, dan menggeleng.

“Mereka itu susah diatur, Namjoon saja angkat tangan.”

“Menurutku mereka anak-anak yang manis,” ucapku, lalu terkekeh pelan sambil menatap wajah Seokjin yang cemberut, senyumku semakin lebar begitu melihat ekspresinya.

“Mereka memang manis sampai membuat gaduh kamar hotel di pagi buta dan membuat manajer hyung dimarahi pihak hotel.”

Aku tertawa mendengar keluhan Seokjin, akhirnya aku bisa menertawai namja ini sesukaku, aku benar-benar bahagia dia bisa hadir di sini, dalam bentuk yang nyata, konkret, dan bukan hanya sekedar suara ataupun gambar. Dia di sini, Seokjin di sini.

“Kenapa tidak bilang kalau mau kembali ke Korea?”

“Dan menghancurkan kejutannya? Tentu tidak.”

Aku tersenyum padanya, dan menatap wajah tampannya lekat-lekat, Seokjin pun mencium keningku untuk yang kedua kalinya, aku tau dia sangat merindukanku, begitu juga aku.

“Aku mencintaimu Sunmi-ah, percayalah padaku, aku tidak akan mungkin pergi begitu saja dan membiarkanmu sendirian,” ucapnya pelan, aku mengangguk.

“Aku juga mencintaimu Seokjin bodoh,” balasku, nyengir, Seokjin terkekeh pelan. Dia tiba-tiba menatap kedua tangannya yang menggenggam 2 cups minuman, biar kutebak, itu pasti Macchiato. Dia tersenyum lebar.

“Oh iya, aku membelikanmu Macchiato, sesuai janjiku tempo hari,” ujar Seokjin sambil memberikan satu cup Macchiato hangat itu padaku, aku menerimanya, dengan agak terkekeh.

“Kenapa?” tanyanya sambil membelalakkan mata, aku menatap wajahnya yang bingung itu dengan geli.
Aku menggeleng dan menarik hidungnya pelan, Seokjin masih memasang wajah tak mengerti.

“Kau tau? Pagi ini aku baru saja minum macchiato, kau ingin perutku kembung Kim Seokjin?” Kulihat Seokjin melongo sambil menatap Macchiato yang kupegang, dia tampak agak bingung.

“Maaf, aku pikir ….”

“Ssst … aku akan habiskan ini kok, tenang saja. Asal kau bersedia menemaniku jalan-jalan seharian, ok? Anggap saja ini sebagai permintaan maafmu karena sudah 3 minggu tidak menemuiku,” ucapku dengan nada bercanda, kulihat Seokjin mengedikkan bahunya dan tersenyum manis sekali.

“Baiklah princess, apapun itu, akan aku lakukan untukmu,” ucapnya lalu merangkul bahuku dengan erat. Kami pun berjalan menjauhi pekarangan rumahku dan memulai kencan kami yang sempat tertunda.

Aku mencintaimu …
Kim Seokjin ….

—————
-THE END-

Hahahaha beres><maaf ya kalau kecepetan atau kurang bagus ceritanya, maklum baru kembali dari hiatus panjang nih B) Inspirasi ff ini sih dari lagunya BTS yang Coffee, gak tau deh lagi denger lagu ini dan tiba-tiba kepikiran buat bikin one shoot geje ini. Yah..aku harap kalian suka fanfictnya juga karakter Seokjinnya ya>< kalau responsnya bagus, aku bakal bikin ff per chapter deh
Ok, Don’t forget to put your comment on the comment’s box below.

see you!

-Caramel Kim

Advertisements